Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech

Prosedur Pengaduan

Dibuat: Minggu, 22 Maret 2015

Prosedur Pengaduan Menurut SK KMA Nomor  : 076IKMA/SK/VI/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan di Lingkungan Lembaga Peradilan.

Syarat dan Tata Cara Penyampaian Pengaduan :

A.  Disampaikan secara Tertulis

1 . Pengaduan hanya dapat diterima dan ditangani oleh Mahkarnah Agung  Pengadilan  Tingkat  Banding  dan  Pengadilan  Tingkat  Pertarna  apabila disampaikan secara tertulis oleh Pelapor;

2. Pelapor dianjurkan  untuk  menggunakan fonnulir khusus  untuk  menyampaikan pengaduannya,  baik  dalam  bentuk  cetak  maupun  elektronik  di situs  resmi Mahkamah  Agung.  Meskipun  demikian.  pengaduan  yang  tidak  menggunakan formulir khusus tersebut tetap akan  diterima  dapat ditindaklanjuti; 

3.   Dalam  hal  Pelapor memiliki  kesulitan untuk membaea dan menulis,  petugas di Mahkamah  Agung  atau  Pengadilan  akan  memhantu menuangkan pengadilan yang  ingin  disampaikan  Pelapor  seeara  tertulis  dalarn  formulir  khusu pengaduan. 

B.  Menyebutkan Informasi  yang lelas

1 .  Untuk mempennudah penanganan dan tindak . lanjut terhadap pengaduan yang disampaikan,  Pelapor  diharapkan  dapal  menyebutkan secara jelas  informasi mengenal: 

a.  Identitas  Aparat yang dilaporkan,  tennasuk jabatan, serta satuan  keIja  atalll pengadilan tempat Terlapor bertugas;  

b.  Perbuatan yang dilaporkan;

c .   Nomor perkara , apabila perbuatan yang diadukan berkaitan dengan pemeriksaan suatu perkara; dan

d.  Menyertakan  bukti  atau  keterangan  yang  dapat  mendukung  pengaduan yang  disampaikan.  Bukti  atau  keterangan  ini  tennasuk                     nama.  alamat  dan nomor kontak pihak  lain yang dapat dimintai  keterangan  lebih  lanjut  untuk memperkuat pengaduan Pelapor. 

2.  Pelapor  sedapat  mungkin  diharuskan  Ulltuk  mencantumkan  identitasnya. Namun demikian selama infonnasi dalam pengaduan yang                           disampaikan  benar dan memiliki dasar yang kuat,  pengaduan yang tidak meneantumkan identitas akan tetap ditindaklanjuti oleh Mahkamah                   Agung.

C.  Tata Cara Pengiriman

1.    Pengaduan ditujnkan kepada: 

a.  Ketua atau Wakil  Ketua pada Pengadilan Tingkat Pertama atau Pengadilari Tingkat Banding di  mana Terlapor bertugas; atau  

b.  Ketua  Wakil  Ketua  Mabkamab  Agung  Bidang  Non  Yudisial,  atau  Ketu Muda Pengawasan dengan tembusan kepada Kepala  Badan                               Pengawasan.

2. Apabila pengaduan dikirimkan melalui pos dalam amplop tertutup,  maka harn disebutkan  secara jelas  bahwa  isi  amplop  tersebut  adalah                      pengaduan  deng menuliskan kata "PENGADUAN pada Pengadilan" pada bagian kiri  alas mnk amplop tersebut.

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech